Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Masjid Jami Al-Furqoon merupakan salah satu masjid bersejarah yang berdiri di tengah perkampungan padat Kampung Bengkok. Masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1950 dan lahir dari tekad serta kebersamaan warga Kampung Bengkok untuk memiliki rumah ibadah sendiri. Pada masa itu, masyarakat setempat mengandalkan kekuatan rereongan-gotong royong khas Sunda yang menjadi dasar utama pembangunan masjid sejak tahap awal. Pada mulanya, masjid ini juga digunakan oleh warga dari Kampung Sukagalih, sehingga sempat menjadi pusat ibadah bagi dua kampung. Namun, seiring waktu terjadi perbedaan pandangan dan kesalahpahaman tertentu di antara sebagian warga kedua kampung tersebut. Situasi ini kemudian mendorong masyarakat Kampung Sukagalih untuk membangun masjid mereka sendiri, sementara Masjid Jami Al-Furqoon tetap menjadi masjid utama bagi Kampung Bengkok. Pembangunan Masjid Jami Al-Furqoon dilakukan secara swadaya, dengan setiap warga memberikan kontribusi sesuai kemampuan baik tenaga, bahan bangunan, maupun dukungan moral. Dari bangunan awal yang sederhana, masjid ini terus mengalami perbaikan dan perluasan mengikuti pertumbuhan penduduk serta kebutuhan kegiatan keagamaan di kampung. Kini, Masjid Jami Al-Furqoon berdiri kokoh sebagai pusat ibadah, pendidikan agama, dan kegiatan sosial masyarakat Kampung Bengkok. Selain menjadi tempat salat dan pengajian, masjid ini juga menjadi simbol persatuan warga serta bukti sejarah kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat setempat.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..